Menunggumu Apakah Untuk Selamanya?
Ini mungkin sudah masuk taun ke 7.
Ya 7 tahun aku suka, sayang, cinta, sama kamu.. sejak itu aku duduk di kelas 5
Sekolah Dasar dan kamu duduk di kelas 6 Sekolah Dasar. Hehehe cinta monyet nya
banget yaa. Dulu kamu pernah bilang kalau kita TTM an (teman tapi mesar) hihihi lucu banget sih.
Yaa namanya juga anak SD masih kecil, kecil banget malah. Gatau harus ngomong
apa, yang penting aku seneng banget waktu itu.
Perpisahan..
waktu itu mau masuk SMP, aku sedih loh, aku berfikir kalau aku gaakan ketemu
kamu lagi setiap hari, gaakan curi curi pandang lagi ketika istirahat, gaakan
ngobrol sambil malu malu gitu lagi, gaakan cari perhatian lagi ke kamu. Rumah
kita tidak terlalu jauh ko, jaraknya sekitar setengah kilo meter. Hehe tapi
walaupun rumah kita tidak terlalu jauh, tetep saja aku sulit bertemu sama kamu,
sulit ngeliat kamu, sulit nyari kabar kamu, ah serba sulit deh. Tapi tuhan
mungkin berkata lain, aku masih sering liat kamu, masih sering cari perhatian
ke kamu, aku sering denger kabar kamu dari temen temen kamu ko.
Satu
tahun berlalu, akhirnya aku juga ngerasain arti kata Perpisahan. Yaa itu jadi
perpisahan pertamaku, perpisahan sama orang tua, keluarga, temen-temen,
guru-guru SD, tetangga-tetangga pastinya perpisahan sama kamu juga. Aku memilih
SMP yang jauh dari rumah, dan pastinya memilih SMP plus Modern yang ada di
Jatinangor hehe, gak terlalu jauh dari rumah ku, dengan waktu satu jam saja
bisa sampai ko. Aku punya banyak temen temen baru disini. Selama di Jatinangor
aku selalu mikir, kalau kamu bakalan aku lupain, so jelass disini banyak cowok
cowok ganteng, baik, pengertian hehehe dan ternyata dugaanku salah, aku gabisa
lupa sama kamu, bahkan ketika aku punya pacar pertama, aku belum lupa sama kamu,
walaupun Cinta kamu terbagi dua. Aku malah semakin merindukan kamu, bahkan
ketika sosok laki laki pertama yang menjadi kekasihku menyakitiku rasa Rinduku
kepada kamu semakin menjadi jadi. Aku semakin sulit lupa sama kamu, sampai
sampai aku sering sakit hehehe ( tapi sakit aku bukan sepenuhnya karna kamu
ko). Aku sering meminta ijin dan beralasan untuk pulang kerumah agar aku bisa
ketemu sama kamu. Konyol sekali yaa.. 3 tahun aku duduk di SMP yang jauh dari
rumah. Dan akhirnya… aku merasakan Perpisahan kembali..
Sekarang
aku udah masuk SMA (sekolah menengah atas). Aku memilih untuk bersekolah di SMA
dekat rumah jaraknya 5 km dari rumah. Aku punya teman teman baru lagi. Dan yang
pastinya hati aku masih menyimpan Kamu, otak aku masih memikirkan kamu. Lama aku
tidak mendengar kabarmu, entah kapan terakhir aku mendengar kabar kamu, yang
pasti teman teman ku yang pernah sesekolah sama kamu memberi kabar baik tentang
kamu, aku senang saat itu mendengarnya. Saat di SMA aku juga berfikir kalau
kamu akan lenyap di fikiran ku, hati aku, hidup aku. Tapi dugaanku salah lagi
hahaha kamu malah semakin nempel aja, aku sering mendengar kabar kamu sekarang,
teman teman dekatku ternyata banyak yang satu sekolah dengan kamu, dan mereka
mencuri informasi tentang kamu buat aku hahaha konyol sekali. waktu aku kelas
11 dan kamu kelas 12, kita tidak satu sekolah, tapi aku merasa dekat sama kamu,
aku merasakan kamu ada. Hampir setiap malam minggu aku mendengar kabar kamu
dari teman teman, mereka menceritakan kamu dengan heboh haha kamu berprestasi,
kamu bijaksana, kamu menjadi pemimpin. Aku semakin kagum sama kamu, aku semakin
ingin melihatmu, aku semakin ingin memilikimu, aku semakin merindukanmu.
Khayalan khayalan tentang kamu selalu aku ceritakan kepada semua orang yang aku
kenal, semua mengetahuinya hahaha, yaa aku kekanak kanakan, aku tidak tahu
malu, hahaha itu karna kamu. Saat ulang tahun ku yang berumur 16 tahun, aku
bahagia, kamu mengirim pesan ucapan untukku, walaupun tidak secara langsung
hanya melalui teman temanku dan asal kamu tahu, pesan itu masih aku simpan. Aku
sangat bahagia, aku selalu tersenyum melihat pesan itu. Itu hadiah yang paling
istimewah setelah doa dari kedua orang tua ku. Selang 1 hari dari ulang
tahunku, aku mengirim sms ucapan terimakasih kepada kamu, walaupun bukan aku
yang mengirimnya, mana berani aku mengirim pesan untukmu. Teman-teman menjahili
ku, hp aku dipinjam dan ternyata itu hanya untuk mengirimkan pesan untuk kamu.
Hahaha aku malu tapi aku bahagia bisa mendengar kabar kamu langsung dari kamu.
Kita saling bertukar kabar hahaha. Tapi beberapa waktu berlalu, kamu menghilang
lagi.
Disela sela waktu, hati aku, fikiran
aku, hari hari aku, teralihkan oleh sosok laki laki yang selalu membuatku
tertawa, yang selalu memberiku candaan candaan yang unik, dia menjadi
kekasihku. Lagi lagi aku menduakan Cinta aku untuk kamu. Hehehe tapi aku tidak
pernah mendengar kabar tentang kekasihmu, kabar tentang kisah cinta kamu,
walaupun kenyataanya, kamu pasti sudah pernah memiliki kekasih, sudah pernah
membagi cerita cinta, dan yang pasti seseorang yang pernah menjadi kekasihmu
merasa bangga dan sangat bahagia. Tapi kisah Cintaku dengan sosok laki laki
itu, lenyap sudah, dengan waktu satu bulan, kisah yang ingin aku pertahankan,
kisah yang membuat aku bisa melupakanmu berakhir begitu cepat, aku menangis,
aku merasakan kembali rasa sakit dihati. Aku tidak menyalahkan laki-laki itu,
aku sudah mengerti kalau ini hanya sebuah takdir untuk dijalankan. Gagal lagi
cara aku melupakan kamu, menghilangkan kamu dari fikiran, menghapus kamu dari
hati. Apa ini takdir aku juga untuk memilikimu? Hahaha GR sekali, PD sekali
aku.
Kenaikan kelas, dan pastinya kamu
sudah melalu perpisahan, hahaha aku mendengar kabar lebih jelasnya aku mencuri
kabar tentang kamu, kalau kamu sudah memiliki kekasih. Hatiku hancur, aku tidak
tahu apa yang harus aku lakukan, marah kepadamu? Memaksa agar kamu aku miliki?
Itu tidak mungkin, aku tidak bisa menangis, karena kamu tidak pernah bisa
membuatku menangis meski kamu menyakitiku. Kamu ingat saat aku menemukan akun
Twitter kamu? Aku bahagia, aku mendahului dan menanyakan kabar tentang kamu.
Dan tiba tiba saja kamu membalasnya, hahaha senang sekali rasanya. Aku tahu
kamu sudah memiliki seseorang dan aku tidak ingin merusak hubungan kamu, aku
cukup sadar untuk tidak terlalu berlebihan sama kamu. Meskipun kamu sudah
memiliki seseorang yang sangat kamu cintai, meskipun aku sering melihat
percakapan kamu dengan perempuan itu di media social yang begitu romantic dan
membuat hatiku panas, hatiku hancur, tapi tetap saja, hatiku kuat untuk tetap
menyayangimu. Meskipun banyak lelaki lain yang mungkin bisa lebih baik dari
kamu, tetap saja aku gagal, mereka serasa belum tepat untuk diam dihatiku,
mereka serasa tidak akan pernah tepat untuk kumiliki. Sampai saat ini, sampai
menit ini, detik ini, aku masih memikirkanmu, aku masih ingin memilikimu, aku
masih merindukanmu, aku masih berharap. Meskipun kamu tidak mengetahuinya, dan
mungkin tidak akan pernah mengetahuinya, karena aku tidak berani mengungkapkan
perasaanku kepada mu. Sekarang jarak kita sangat jauh, kamu memilih unversitas
yang tepat, kamu memilih universitas yang jauh untukku ikuti, awalnya aku ingin
meneruskan sekolahku yang sefakultas dengan kamu setelah lulus nanti, tapi itu
tidak mungkin, aku punya tujuan lain. Aku tidak harus mengikutimu, aku tidak
harus memikirkanmu, aku tidak harus menyiksa diriku sendiri, aku tidak harus
menjadikan kamu alasan hidup aku, aku salah menjadikanmu sosok yang membuatku
seperti ini, kamu tidak tahu apa apa tapi aku melibatkanmu dan membuatmu seakan
akan orang yang salah. Aku minta maaf untuk semua yang aku lakukan. Aku akan
melupakanmu jika itu yang terbaik, aku akan mengenangmu jika hanya ini yang
bisa aku lakukan. Sejujurnya aku masih berharap memilikimu seutuhnya dan
selamanya. Maaf jika ini membuamu terganggu. Karena entah sampai kapan aku
harus seperti ini, menunggumu dan mengharapkanmu.
Dari
seseorang yang selama ini melibatkanmu dalam hidupnya..
Seseorang
yang hanya ingin memilikimu tanpa sepengetahuanmu
Seseorang
yang hanya bisa bermimpi mendapatkanmu
Semoga melalui tulisan
ini, kamu tahu semua perasaanku. Karena hanya ini caraku untuk mengungkapkan segala
perasaanku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar