Kamis, 21 November 2013

Menunggumu Apakah Untuk Selamanya?


Ini mungkin sudah masuk taun ke 7. Ya 7 tahun aku suka, sayang, cinta, sama kamu.. sejak itu aku duduk di kelas 5 Sekolah Dasar dan kamu duduk di kelas 6 Sekolah Dasar. Hehehe cinta monyet nya banget yaa. Dulu kamu pernah bilang kalau kita TTM an  (teman tapi mesar) hihihi lucu banget sih. Yaa namanya juga anak SD masih kecil, kecil banget malah. Gatau harus ngomong apa, yang penting aku seneng banget waktu itu.

            Perpisahan.. waktu itu mau masuk SMP, aku sedih loh, aku berfikir kalau aku gaakan ketemu kamu lagi setiap hari, gaakan curi curi pandang lagi ketika istirahat, gaakan ngobrol sambil malu malu gitu lagi, gaakan cari perhatian lagi ke kamu. Rumah kita tidak terlalu jauh ko, jaraknya sekitar setengah kilo meter. Hehe tapi walaupun rumah kita tidak terlalu jauh, tetep saja aku sulit bertemu sama kamu, sulit ngeliat kamu, sulit nyari kabar kamu, ah serba sulit deh. Tapi tuhan mungkin berkata lain, aku masih sering liat kamu, masih sering cari perhatian ke kamu, aku sering denger kabar kamu dari temen temen kamu ko.

            Satu tahun berlalu, akhirnya aku juga ngerasain arti kata Perpisahan. Yaa itu jadi perpisahan pertamaku, perpisahan sama orang tua, keluarga, temen-temen, guru-guru SD, tetangga-tetangga pastinya perpisahan sama kamu juga. Aku memilih SMP yang jauh dari rumah, dan pastinya memilih SMP plus Modern yang ada di Jatinangor hehe, gak terlalu jauh dari rumah ku, dengan waktu satu jam saja bisa sampai ko. Aku punya banyak temen temen baru disini. Selama di Jatinangor aku selalu mikir, kalau kamu bakalan aku lupain, so jelass disini banyak cowok cowok ganteng, baik, pengertian hehehe dan ternyata dugaanku salah, aku gabisa lupa sama kamu, bahkan ketika aku punya pacar pertama, aku belum lupa sama kamu, walaupun Cinta kamu terbagi dua. Aku malah semakin merindukan kamu, bahkan ketika sosok laki laki pertama yang menjadi kekasihku menyakitiku rasa Rinduku kepada kamu semakin menjadi jadi. Aku semakin sulit lupa sama kamu, sampai sampai aku sering sakit hehehe ( tapi sakit aku bukan sepenuhnya karna kamu ko). Aku sering meminta ijin dan beralasan untuk pulang kerumah agar aku bisa ketemu sama kamu. Konyol sekali yaa.. 3 tahun aku duduk di SMP yang jauh dari rumah. Dan akhirnya… aku merasakan Perpisahan kembali..

            Sekarang aku udah masuk SMA (sekolah menengah atas). Aku memilih untuk bersekolah di SMA dekat rumah jaraknya 5 km dari rumah. Aku punya teman teman baru lagi. Dan yang pastinya hati aku masih menyimpan Kamu, otak aku masih memikirkan kamu. Lama aku tidak mendengar kabarmu, entah kapan terakhir aku mendengar kabar kamu, yang pasti teman teman ku yang pernah sesekolah sama kamu memberi kabar baik tentang kamu, aku senang saat itu mendengarnya. Saat di SMA aku juga berfikir kalau kamu akan lenyap di fikiran ku, hati aku, hidup aku. Tapi dugaanku salah lagi hahaha kamu malah semakin nempel aja, aku sering mendengar kabar kamu sekarang, teman teman dekatku ternyata banyak yang satu sekolah dengan kamu, dan mereka mencuri informasi tentang kamu buat aku hahaha konyol sekali. waktu aku kelas 11 dan kamu kelas 12, kita tidak satu sekolah, tapi aku merasa dekat sama kamu, aku merasakan kamu ada. Hampir setiap malam minggu aku mendengar kabar kamu dari teman teman, mereka menceritakan kamu dengan heboh haha kamu berprestasi, kamu bijaksana, kamu menjadi pemimpin. Aku semakin kagum sama kamu, aku semakin ingin melihatmu, aku semakin ingin memilikimu, aku semakin merindukanmu. Khayalan khayalan tentang kamu selalu aku ceritakan kepada semua orang yang aku kenal, semua mengetahuinya hahaha, yaa aku kekanak kanakan, aku tidak tahu malu, hahaha itu karna kamu. Saat ulang tahun ku yang berumur 16 tahun, aku bahagia, kamu mengirim pesan ucapan untukku, walaupun tidak secara langsung hanya melalui teman temanku dan asal kamu tahu, pesan itu masih aku simpan. Aku sangat bahagia, aku selalu tersenyum melihat pesan itu. Itu hadiah yang paling istimewah setelah doa dari kedua orang tua ku. Selang 1 hari dari ulang tahunku, aku mengirim sms ucapan terimakasih kepada kamu, walaupun bukan aku yang mengirimnya, mana berani aku mengirim pesan untukmu. Teman-teman menjahili ku, hp aku dipinjam dan ternyata itu hanya untuk mengirimkan pesan untuk kamu. Hahaha aku malu tapi aku bahagia bisa mendengar kabar kamu langsung dari kamu. Kita saling bertukar kabar hahaha. Tapi beberapa waktu berlalu, kamu menghilang lagi.

Disela sela waktu, hati aku, fikiran aku, hari hari aku, teralihkan oleh sosok laki laki yang selalu membuatku tertawa, yang selalu memberiku candaan candaan yang unik, dia menjadi kekasihku. Lagi lagi aku menduakan Cinta aku untuk kamu. Hehehe tapi aku tidak pernah mendengar kabar tentang kekasihmu, kabar tentang kisah cinta kamu, walaupun kenyataanya, kamu pasti sudah pernah memiliki kekasih, sudah pernah membagi cerita cinta, dan yang pasti seseorang yang pernah menjadi kekasihmu merasa bangga dan sangat bahagia. Tapi kisah Cintaku dengan sosok laki laki itu, lenyap sudah, dengan waktu satu bulan, kisah yang ingin aku pertahankan, kisah yang membuat aku bisa melupakanmu berakhir begitu cepat, aku menangis, aku merasakan kembali rasa sakit dihati. Aku tidak menyalahkan laki-laki itu, aku sudah mengerti kalau ini hanya sebuah takdir untuk dijalankan. Gagal lagi cara aku melupakan kamu, menghilangkan kamu dari fikiran, menghapus kamu dari hati. Apa ini takdir aku juga untuk memilikimu? Hahaha GR sekali, PD sekali aku.

Kenaikan kelas, dan pastinya kamu sudah melalu perpisahan, hahaha aku mendengar kabar lebih jelasnya aku mencuri kabar tentang kamu, kalau kamu sudah memiliki kekasih. Hatiku hancur, aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan, marah kepadamu? Memaksa agar kamu aku miliki? Itu tidak mungkin, aku tidak bisa menangis, karena kamu tidak pernah bisa membuatku menangis meski kamu menyakitiku. Kamu ingat saat aku menemukan akun Twitter kamu? Aku bahagia, aku mendahului dan menanyakan kabar tentang kamu. Dan tiba tiba saja kamu membalasnya, hahaha senang sekali rasanya. Aku tahu kamu sudah memiliki seseorang dan aku tidak ingin merusak hubungan kamu, aku cukup sadar untuk tidak terlalu berlebihan sama kamu. Meskipun kamu sudah memiliki seseorang yang sangat kamu cintai, meskipun aku sering melihat percakapan kamu dengan perempuan itu di media social yang begitu romantic dan membuat hatiku panas, hatiku hancur, tapi tetap saja, hatiku kuat untuk tetap menyayangimu. Meskipun banyak lelaki lain yang mungkin bisa lebih baik dari kamu, tetap saja aku gagal, mereka serasa belum tepat untuk diam dihatiku, mereka serasa tidak akan pernah tepat untuk kumiliki. Sampai saat ini, sampai menit ini, detik ini, aku masih memikirkanmu, aku masih ingin memilikimu, aku masih merindukanmu, aku masih berharap. Meskipun kamu tidak mengetahuinya, dan mungkin tidak akan pernah mengetahuinya, karena aku tidak berani mengungkapkan perasaanku kepada mu. Sekarang jarak kita sangat jauh, kamu memilih unversitas yang tepat, kamu memilih universitas yang jauh untukku ikuti, awalnya aku ingin meneruskan sekolahku yang sefakultas dengan kamu setelah lulus nanti, tapi itu tidak mungkin, aku punya tujuan lain. Aku tidak harus mengikutimu, aku tidak harus memikirkanmu, aku tidak harus menyiksa diriku sendiri, aku tidak harus menjadikan kamu alasan hidup aku, aku salah menjadikanmu sosok yang membuatku seperti ini, kamu tidak tahu apa apa tapi aku melibatkanmu dan membuatmu seakan akan orang yang salah. Aku minta maaf untuk semua yang aku lakukan. Aku akan melupakanmu jika itu yang terbaik, aku akan mengenangmu jika hanya ini yang bisa aku lakukan. Sejujurnya aku masih berharap memilikimu seutuhnya dan selamanya. Maaf jika ini membuamu terganggu. Karena entah sampai kapan aku harus seperti ini, menunggumu dan mengharapkanmu.

           

Dari seseorang yang selama ini melibatkanmu dalam hidupnya..

Seseorang yang hanya ingin memilikimu tanpa sepengetahuanmu

Seseorang yang hanya bisa bermimpi mendapatkanmu

 

Semoga melalui tulisan ini, kamu tahu semua perasaanku. Karena hanya ini caraku untuk mengungkapkan segala perasaanku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar