Kamu tahu?
Apa yang sekarang aku rasakan? Salah… ya rasa salah.
Aku salah membawamu terlalu dalam, aku salah membuatmu
bermimpi.
Tak tahu apa yang harus aku lakukan, aku fiirkan, aku
inginkan? Sungguh aku tak pernah tahu dan tak pernah ingin mengetahinya.
Selama
ini kau tahu dan mengerti, bagaimana diriku, bagaimana perasaanku, bagaimana
ceritaku. Hal itulah yang membuatku nyaman didekatmu.
Rasa
takut yang kau alami, sama halnya dengan rasa takut yang pernah aku rasakan.
Kamu tahu? Kini rasa takut benar-benar mengalahkanku, rasa takut itu berubah
menjadi kenyataan.
Harapan agar aku tak mengetahui perasaanmu tidak terwujud.
Sekarang, saat ini, aku malah tahgu semua perasaanmu kepadaku. Aku bingung.
Jujur saja awalnya jiwaku terasa melayang saat
pertama kali mendengar perasaanmu terhadapku. Tapi entah mengapa
tiba-tiba saja, aku terdiam dan teringat kepada sosok wanita selain dirimu, dia
adalah kekasihku. Ini yang aku takutkan, suatu pilihan yang sangat aku
takutkan.
Kini, bolehkah aku menjawab semua perasaanmu? Jika mungkin
kau membolehkan, berjanjilah kau harus siap menerimanya meskipun itu hal yang
tak ingin kamu dengar dan kamu rasakan.
Aku
menyayangimu, tetapi maaf, rasa sayang ini tak bisa seperti rasa sayangku pada
seseorang yang selama ini bahkan beberapa tahun ini mengisi hatiku, hari-hari
ku bahkan hidupku.
Aku
merasa sangat nyaman didekatmu, karena kamu tau bagaimana cara membuatku
nyaman.
Aku
menyukaimu, karena kamu teman terbaik yang pernah hadir dikehidupanku. Semua
perasaanku baik untukmu, tapi aku tak bisa membuatmu menjadi lebih. Hal yang
terberat, aku tak bisa dan tak ingin melepaskan “dia”. Kamu tahu kan, aku bukan
tipe orang yang mudah mengambil keputusan. Keputusan harus menduakan Cinta,
menghianati Cinta dan kasih sayang, juga mengambil keputusan untuk melepaskan
(dia) seseorang yang selama ini mengisi kekosongan hati.
Aku
tahu aku jahat, aku bodoh, aku salah. Melakukan hal rumit seperti ini, menjawab
semua perasaan mu dengan jawaban yang mungkin tak kau harapkan. Mungkin saat
ini aku membuatmu hancur, dan aku membuatmu merasakan sesuatu hal yang sangat
rumit untuk dijalani.
Kamu
tahukan, aku tak bisa memilikimu dan aku tak akan pantas untuk kau miliki?
Bagaimana
perasaanmu sekarang, setelah mengetahui semua ini?
Aku menerima,
aku mengerti semua perasaanmu. Kamu berhak membenciku, menyalahkanku,
menjauhiku. Kamu berhak ko mengambil semua keputusan untuk membalas kembali
perasaanku ini.
Dan
pada akhirnya, waktulah yang menjadi peran penting, aku belum tahu pasti apakah
waktu akan menjadi antagonis ataukah peran protaginis?
Aku
hanya bisa menunggu waktu yang saat ini menjadi peran pembantu. Membantu
menjawab akhir dari kisah ini. Membantu melewati jalan cerita ini.
Untuk
saat ini, kata maaflah yang dapat aku andalkan. Maaf telah membawamu terlalu
dalam. Maaf telah membuatmu bermimpi indah walaupun dalam kenyataannya mimpi
itu menjadi hal terburuk. Maaf aku menjadi seseorang yang mungkin menyakitimu.
Terimakasih,
kau telah membantu sang waktu untuk mengungkapkan apa yang harus terjadi,
meskipun ini adalah hal yang tak aku inginkan…….
Tidak ada komentar:
Posting Komentar